Langsung ke konten utama

Sudahkah Benar Cara Anda Memandang Sebuah Impian?





Pada suatu pagi, saya mencoba untuk berolahraga joging karena kebetulan hari itu libur. Saya merasa perlu untuk melatih tubuh dan merilekskan pikiran, karena rutinitas saya waktu itu membuat jenuh, dan pikiran ini perlu disegarkan dengan melakukan kegiatan lain yang bermanfaat. Pada waktu itu saya merasa sangat bersemangat, sehingga  berinisiatif  untuk menambah panjang rute tempuh yang biasa di lewati saat jogging. Saya membayangkan dengan jelas tujuan akhir dari rute joging yang ditempuh, dan terus mempertahankanya di dalam pikiran. Singkat cerita, akhrinya saya mampu mencapai rute tempuh baru itu tanpa terlalu merasa kepayahan, dan bahkan merasa  masih ingin melanjutkan lagi. Hal ini sungguh berbeda dari kebiasaan sebelumnya, dimana saya untuk mempertahankan panjang rute tempuh selama ini, rasanya memerlukan lebih banyak energi, dan tekad. Apa yang telah terjadi sebenarnya?

Menurut saya apa yang terjdi pada waktu itu adalah karena  pikiran saya sudah terkondisikan secara jelas untuk mencapai rute tempuh yang baru, sehingga pikiran bawah sadar menanggapinya dan memberikan saya energi yang cukup untuk berlari tanpa merasa kepayahan. Lalu apa point nya?

Sebuah tujuan yang dinyatakan dengan jelas, akan mampu memberikan  kontribusi yang cukup berarti pada kita untuk mencapai apa yang kita inginkan dalam hidup ini. Lain halnya jika yang terjadi adalah sebaliknya, tanpa tujuan yang dinyatakan dengan jelas, suatu pencapaian kemungkinan kecil akan bisa terwujud. Mungkin sebagian  dari kita mengalami kondisi demikian, dimana sebenarnya kita mempunyai suatu tujuan yang ingin dicapai, namun tujuan tersebut belum tergambar secara jelas. Misalnya, “saya ingin kaya”, saya ingin pintar, “saya ingin bahagia”. Lebih tepatnya, kaya seperti apa? Pintar yang bagaimana? Atau bahagia yang seperti apa? Bukankah hal itu masih terlalu mengambang?

Setiap orang tentu ingin meraih kesuksesan dalam hidupnya, namun kesuksesan seperti apa yang ingin kita wujudkan? Mengetahui secara pasti apa yang ingin diwujudkan, akan memudahkan kita untuk mencapainya. Mencoba sedikit meminjam ide dari sebuah artikel  “ terdapat suatu perbedaan antara tujuan dengan impian, dimana tujuan merupakan  sebuah impian  yang dinyatakan dengan jelas, diberi batas waktu beserta rencana tindakan”. Hal seperti inilah yang seharusnya tertanam dalam kesadaran kita. Sudahkan anda memiliki rencana tindakan yang jelas dalam hidup?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jadikan Menulis Sebagai Gaya Hidup Anda

Ketika pertama kali anda memutuskan untuk menjadi seorang penulis, apa motivasi terbesar yang mempengaruhi keputusan anda tersebut? Jika anda becita-cita untuk menjadi seorang penulis profesional, anda harus dapat menjawab pertanyaan ini dengan baik. Menulis itu jika ditekuni akan mendatangkan banyak manfaat. Lebih-lebih jika kebiasaan menulis itu dimanage dengan baik, akan dapat menghasilkan pemasukan yang berarti kepada anda. Sebenarnya menulis itu gampang-gampang susah. Gampang jika anda punya banyak ide, mood anda sedang baik, dan memang anda sudah terbiasa menulis. Susahnya adalah memanage kegiatan menulis itu sendiri jika kita sedang dalam kondisi minim ide, dan mood kita menurun. Terlebih untuk menjaga konsistensi dan komitmen untuk tetap fokus pada profesi menulis, apaun keadaanya. Lantas bagaimana cara untuk mensiasati kendala dalam menulis? Agar kita tetap dapat menjaga komitmen dan konsistensi, meskipun dalam kondisi paceklik ide sekalipun. Tetap produktif menulis meskip...

Profesi Menulis Menjamin Kebebasan Waktu Buat Anda

Sebagian besar orang memimpikan untuk bisa tinggal dan bekerja di kota-kota besar. Mereka menginginkan hal ini, karena memang hidup dikota dan bekerja di perusahaan-perusahaan besar akan menjanjikan taraf ekonomi yang lebih baik buat mereka. Oleh karenanya, semakin lama kota itu semakin padat penduduknya dan menjadi sesak. Hal ini mengakibatkan kepadatan lalu lintas yang menimbulkan kemacetan, terutama pada jam-jam kerja.  Belum lagi beban kerja yang terkadang menumpuk, membuat banyak pekerja harus menyelesaikannya dengan kerja lembur. Hal ini sudah menjadi sesuatu yang umum buat mereka. Setiap pagi harus bergulat dengan kemacetan lalu lintas. Sampai di kantor pekerjaan baru yang menumpuk sudah menunggu. Kadang sampai jam pulang pekerjaan belum juga kelar, akhirnya terpaksa mereka menggunakan jam lembur untuk menyelesaikannya. Hal ini berulang dan terus berulang setiap harinya. Banyak pekerja yang mampu bertahan dengan kondisi demikian, namun tak sedikit pula yang mengeluh den...

Strategi yang Diperlukan Untuk Membentuk Sikap yang Positif

Sikap kita pada dasarnya terbentuk oleh beberapa faktor, yaitu pikiran, perkataan, dan tindakan. Cobalah anda sekarang untuk duduk sejenak. Cobalah untuk santai dan tenangkan pikiran anda. Cobalah anda amati dengan seksama pikiran-pikiran apa yang selama ini memenuhi kepala anda? Apakah pikiran itu bersifat positif atau negatif? Pikiran-pikiran yang memenuhi kepala anda inilah yang pada gilirannya akan menentukan perkataan-perkataan yang anda ucapkan, dan kata-kata itu akan melahirkan tindakan. Untuk dapat membentuk sikap yang tepat yang kita inginkan dalam hidup kita, pertama-tama kita harus menyadari pikiran-pikiran kita sendiri. Setiap kali kita menyadari pikiran kita mengatakan sesuatu seperti "ini sia-sia saja" atau "ini berat untuk dilakukan", atau "saya belum mampu", "saya belum siap", maka cobalah untuk stop pikiran pikiran tersebut. Setiap pikiran itu muncul, stop dan cobalah bertanya dan katakan balik padanya "benarkah seperti...